TEKNIK PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN 


PENDAHULUAN 
         Saat dalam pembelajaran, pernahkah Anda mengalami permasalahan bahwa ternyata media yang Anda gunakan kurang tepat? dalam kata lain hasil belajar peserta didik tidak meningkat, peserta didik tidak tertarik dengan media yang kita sajikan, atau peserta didik malah bingung dan tidak meningkat motivasi belajarnya, padahal kita sudah bekerja keras untuk membuat media tersebut. Atau Anda pernah merasa bingung untuk menentukan media apa yang harus Anda pilih untuk materi pembelajaran yang sudah Anda siapkan?.

         Permasalahan tersebut mungkin saja sering dialami pendidik karena banyaknya jenis media pembelajaran atau ingin memilih media pembelajaran yang lebih efisien namun hasilnya memuaskan. Tentu saja permasalahan tersebut tidak akan terjadi apabila Anda memahami bagaimana konsep prosedur dan model yang tepat dalam memilih media pembelajaran. Oleh karena itu, pelajarilah MODUL ini dengan cermat, sehingga media yang anda gunakan benar-benar didasarkan atas prosedur pemilihan yang tepat, sehingga sesuai yang diharapkan.


A. DASAR PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN MEDIA 

1. ALASAN TEORITIS PEMILIHAN MEDIA 

         Anda tentu sudah tahu tentang media pembelajaran, atau sering melihat bagaimana orang lain menggunakan media pembelajaran, bahkan mungkin Anda sering menggunakan media dalam pembelajaran. Memang tepat adanya bahwa media identik dengan pendidik (guru), mengapa demikian? Karena media merupakan salah satu komponen utama dalam pembelajaran selain, tujuan, materi, metode dan evaluasi, maka sudah seharusnya dalam pembelajaran pendidik menggunakan media. Proses pemilihan media menjadi penting karena kedudukan media yang strategis untuk keberhasilan pembelajaran.

        Menurut Cepi Riyana (2012:57) alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika kita lihat prosedur pengembangan desain instruksional maka diawali dengan perumusan tujuan instruksional khusus sebagai pengembangan dari tujuan instruksional umum, kemudian dilanjutkan dengan menentukan materi pembelajaran yang menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran serta menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran ditunjang oleh media yang sesuai dengan materi, strategi yang digunakan, dan karakteristik peserta didik. Untuk mengetahui hasil belajar, maka selanjutnya guru menentukan evaluasi yang tepat, sesuai tujuan dan materi. Apabila ternyata hasil belajar tidak sesuai dengan harapan dalam kata lain hasil belajar siswa rendah, maka perlu ditelusuri penyebabnya dengan menganalisis setiap komponen, sehingga kita dapat mengetahui faktor penyebabnya dengan lebih objektif.

      Analisis penyebab rendahnya hasil belajar dapat meninjau ketepatan seluruh komponen diantaranya: mungkin keberhasilan ini disebabkan karena rumusan tujuan tidak sesuai dengan row input dan kemampuan awal peserta didik “entery behaviour level”, bisa jadi tujuan yang ditetapkan tidak sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dalam kata lain terlalu tinggi. Penyebab yang lain bisa dari materi kurang sesuai dengan tujuan, terlalu kompleks, terlalu sulit sehingga tidak dikuasai sepenuhnya oleh peserta didik. Apabila dua komponen telah dianalisis yaitu tujuan dan materi ternyata sudah sesuai selanjutnya perlu dikaji penerapan strategi dan penggunaan media pembelajaran. Strategi bisa jadi tidak tepat, membuat peserta didik tidak aktif, menjenuhkan, membosankan, tidak merangsang peserta didik untuk aktif sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Jika media dan strategi sudah tepat, maka perlu dikaji evaluasi yang digunakan apakah sudah tepat baik bentuknya, jenis, instrumen evaluasi dan prosedur evaluasinya.

2. ALASAN PRAKTIS PEMILIHAN MEDIA
        Alasan praktis berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan sipengguna seperti guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran. Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman (1996:84) dalam Cepi Riyana (2012:59) sebagai berikut:
1. Demonstration. Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain-lain.

2. Familiarity. Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia menggunakan media yang sama.

3. Clarity. Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit.

4. Active Learning. Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh pendidik. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh pendidik dalam pembelajaran adalah peserta didik harus berperan secara aktif baik secara fisik, mental, dan emosional.


B. KRITERIA DALAM MEMILIH MEDIA
 
1. KRITERIA UMUM PEMILIHAN MEDIA   
         Menurut Cepi Riyana, (2012:69) Ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media. Namun demikian secara teoritik bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran. Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang kajiannya akan sangat dipengaruhi beberapa kriteria umum sebagai berikut :

2. KRITERIA KHUSUS PEMILIHAN MEDIA
 
          Kriteria khusus dalam memilih media pembelajaran yang tepat dapat kita rumuskan dalam satu kata ACTION, yaitu akronim dari; access, cost, technology, interactivity, organization, dan novelty (Cepi Riyana, 2012:73).

a. Access, Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah media yang kita perlukan itu tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik? Misalnya, kita ingin menggunakan media internet, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah ada saluran untuk koneksi ke internet? Akses juga menyangkut aspek kebijakan, misalnya apakah peserta didik diijinkan untuk menggunakannya? Komputer yang terhubung ke internet jangan hanya digunakan untuk kepala sekolah, tapi juga pendidik, dan yang lebih penting untuk peserta didik.

b. Cost, Biaya juga harus dipertimbangkan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita, pada umumnya media canggih biasanya cenderung mahal. Namun, mahalnya biaya itu harus kita hitung dengan aspek menfaatnya. Semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun. Media yang efektif tidak selalu mahal, jika pendidik kreatif dan menguasai betul materi pelajaran maka akan memanfaatkan objek-objek untuk dijadikan sebagai media dengan biaya yang murah namun efektif.

c. Technology, Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu. Tapi kita perlu perhatikan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya? Katakanlah kita ingin menggunakan media audio visual dikelas. Perlu kita pertimbangkan, apakah ada listrik, voltase listrik cukup dan sesuai?

d. Interactivity, Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Setiap kegiatan pembelajaran yang anda kembangkan tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Jadikan media itu sebagai alat bantu peserta didik dalam beraktivitas, misalnya puzzel untuk anak SD, peserta didik dapat menggunakannya sendiri, menyusun gambar hingga lengkap,

e. Organization, Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Misalnya, apakah pimpinan sekolah atau yayasan mendukung? Bagaimana pengorganisasiannya. Apakah disekolah ini tersedia satu unit yang disebut pusat sumber belajar?

C. PROSEDUR/MODEL PEMILIHAN MEDIA
 
          Prosedur dalam memilih media dilihat dari bentuk dan caracaranya dapat dikelompokkan dalam tiga model, Arif Sadiman (2012:86) mengemukakan tiga model tersebut, yaitu flowchart, matriks dan checklist. Model flowchart menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan, jika salah satu ber-opsi tidak maka gugur dan berpindah pada langkah selanjutnya. Model matriks menangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan. Model checklist sama dengan model matriks, yaitu menangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan. Dilihat dari penggunannya dilapangan, model checklist lebih banyak digunakan sebagai bentuk baku sebagai pedoman dalam pemilihan media. Untuk lebih jelas pemahaman Anda tentang masing-masing model tersebut simaklah contohnya masing-masing.

ARTIKEL LAINNYA:
POWER POINT "MULTIMEDIA PEMBELAJARAN"
KLASIFIKASI DAN JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
TEKNIK PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN
MEDIA PEMBELAJARAN ONLINE
MEDIA VISUAL, AUDIO DAN AUDIO VISUAL

Komentar